Cerita Rakyat Indonesia

Selasa, 18 Februari 2014
IKLAN
Cerita Rakyat Indonesia Pada Artikel Saya Yang Sebelumnya Mengenai Kata Mutiara erita ini bearasal dari indonesia yang menceritakan kisah bawang putih yang baik dan bawang merah yang jahat dan sangat enak untuk di baca. cerita ini hanya memanjakan imajinasi kita tapi juga dapat menambah wawasan tentang cerita rakyat bawang merah dan putih

pada saat ini cerita rakyat legenda banyak di jadikan film sinetron di tv maka dari itu, Mungkin Teman-Teman gak Asing lagi dengan Kata Kata ini Bahkan Sudah Sering Dengar Kali ya , Oke Lanjut aja ke inti Cerita nya

Cerita Rakyat

pada zaman dahulu waktu di suatu hal desa tinggal suatu hal keluarga yang terdiri dari ayah, ibu serta seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. mereka yakni keluarga yang bahagia. walau ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun serta damai. namun 1 hari ibu bawang putih sakit keras serta setelah itu meninggal dunia. bawang putih sangat berduka demikian juga ayahnya.

di desa itu tinggal juga seorang janda yang memiliki anak bernama bawang merah. sejak ibu bawang putih meninggal, ibu bawang merah sering berkunjung ke location tinggal bawang putih. dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan location tinggal atau hanya menemani bawang putih serta ayahnya mengobrol. setelah itu ayah bawang putih berpikir bahwa mungkin makin baik kalau ia menikah saja dengan ibu bawang merah, supaya bawang putih tidak kesepian lagi.

dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. permulaannya ibu bawang merah serta bawang merah sangat baik pada bawang putih. namun lama kelamaan cii-ciri asli mereka mulai tampak. mereka kerap memarahi bawang putih serta memberinya pekerjaan berat apabila ayah bawang putih sedang pergi berdagang. bawang putih harus lakukan seluruh pekerjaan location tinggal, sesaat bawang merah serta ibunya hanya sebatas duduk saja. pastinya ayah bawang putih tidak mengetahuinya, karena bawang putih tidak dulu menceritakannya.

1 hari ayah bawang putih jatuh sakit serta lalu meninggal dunia. sejak saat itu bawang merah serta ibunya semakin berkuasa dan semena-mena pada bawang putih. bawang putih hampir tidak dulu beristirahat. dia sudah harus bangun sebelum akan subuh, untuk mempersiapkan air flow mandi dan sarapan untuk bawang merah serta ibunya. lalu dia harus berikanlah makan ternak, menyirami kebun serta bersihkan pakaian ke sungai. lalu dia terus harus menyetrika, membereskan location tinggal, dan masih banyak pekerjaan yang lain. namun bawang putih selalu kerjakan pekerjaannya dengan gembira, karena dia menginginkan satu waktu ibu tirinya bisa mencintainya layaknya anak kandungnya sendiri.

pagi ini layaknya biasa bawang putih membawa bakul diisi pakaian yang bisa dicucinya di sungai. dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalur setapak pinggirdi pinggir rimba kecil yang biasa dilewatinya. hari itu cuaca sangat cerah. bawang putih segera bersihkan seluruh pakaian kotor yang dibawanya. dikarenakan amat terlalu asyiknya, bawang putih tidak tahu bahwasalah satu pakaian telah hanyut terbawa arus. celakanya pakaian yang hanyut yakni pakaian yang sangat disayangi ibu tirinya. waktu tahu tentang itu, pakaian ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. bawang putih cobalah menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak sukses menemukannya. dengan putus harapan dia kembali ke location tinggal dan menceritakannya pada ibunya.

“dasar asal-asalan! ” bentak ibu tirinya. “aku tidak mau tahu, pokoknya anda harus melacak pakaian itu! serta jangan sampai berani pulang ke location tinggal kalau kau belum menemukannya. tahu? ”

bawang putih terpaksa menuruti hasrat ibun tirinya. dia segera menyusuri sungai tempatnya bersihkan tadi. mataharisudah mulai meninggi, namun bawang putih belum juga mendapatkan pakaian ibunya. dia meletakkan matanya, dengan cermat diperiksanya masing-masing juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu pakaian ibunya tersangkut disana. setelah jauh ambil langkah serta matahari sudah condong ke barat, bawang putih tengok seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. maka bawang putih kemukakan pertanyaan: “wahai paman yang baik, apakah paman tengok pakaian merah yang hanyut melewati sini? karena saya harus mendapatkan serta membawanya pulang. ” “ya tadi saya tengok nak. kalau anda mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya, ” kata paman itu.


“baiklah paman, terima kasih! ” kata bawang putih serta segera lari kembali menyusuri. hari sudah mulai gelap, bawang putih sudah mulai putus harapan. sebentar lagi malam bisa tiba, serta bawang putih. dari terlampau jauh tampak cahaya lampu yang datang dari suatu hal gubuk tepidi tepi sungai. bawang putih segera hampiri location tinggal itu dan mengetuknya.
“permisi…! ” kata bawang putih. seorang wanita tua buka pintu.
“siapa anda nak? ” bertanya nenek itu.

“saya bawang putih nek. tadi saya sedang melacak pakaian ibu saya yang hanyut. serta sekarang ini kemalaman. bolehkah saya tinggal di sini malam ini? ” bertanya bawang putih.
“boleh nak. apakah pakaian yang kau mencari berwarna merah? ” bertanya nenek.
“ya nek. apa…nenek menemukannya? ” bertanya bawang putih.

“ya. tadi pakaian itu tersangkut di depan rumahku. sayang, walau sesungguhnya saya senang pakaian itu, ” kata nenek. “baiklah saya bisa mengembalikannya, tetapi kau harus menemaniku dulu disini selama 1 minggu. sudah lama saya tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana? ” pinta nenek. bawang putih berpikir sesaat. nenek itu tampak kesepian. bawang putih lantas lantas iba. “baiklah nek, saya bisa menemani nenek selama 1 minggu, asal nenek tidak bosan saja denganku, ” kata bawang putih dengan tersenyum.

selama 1 minggu bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. masing-masing hari bawang putih membantu lakukan pekerjaan location tinggal nenek. pastinya nenek itu lantas senang. hingga setelah itu genap sudah 1 minggu, nenek lantas memanggil bawang putih.
“nak, sudah 1 minggu kau tinggal di sini. serta saya senang karena kau anak yang rajin serta berbakti. sebab itu pas janjiku kau dapat membawa pakaian ibumu pulang. serta satu lagi, kau dapat memastikan satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah! ” kata nenek.
awalannya bawang putih menolak diberi hadiah tetapi nenek terus memaksanya. setelah itu bawang putih memastikan labu yang amat kecil. “saya takut tidak kuat membawa yang besar, ” paparnya. nenek lantas tersenyum serta mengantarkan bawang putih hingga depan location tinggal.

sesampainya di area tinggal, bawang putih menyerahkan pakaian merah punya ibu tirinya sesaat dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. alangkah terkejutnya bawang putih waktu labu itu terbelah, didalamnya nyatanya diisi emas permata yang sangat banyak. dia berteriak dikarenakan amat gembiranya serta memberitahukan tentang ajaib ini ke ibu tirinya serta bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas serta permata tersebut. mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa beroleh hadiah tersebut. bawang putih lantas menceritakan dengan sejujurnya.

mendengar cerita bawang putih, bawang merah serta ibunya berencana untuk kerjakan tentang yang sama tetapi sekarang ini bawang merah yang bisa mengerjakannya. singkat kata setelah itu bawang merah sampai di location tinggal nenek tua pinggirdi pinggir sungai tersebut. layaknya bawang putih, bawang merah lantas diminta untuk menemaninya selama 1 minggu. tidak layaknya bawang putih yang rajin, selama 1 minggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. seandainya ada yang dikerjakan maka selanjutnya tidak dulu bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. setelah itu setelah 1 minggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “bukankah tentunya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama 1 minggu? ” bertanya bawang merah. nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memastikan diantara dari dua labu yang di menawarkan. dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar serta tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

sesampainya di location tinggal bawang merah segera menjumpai ibunya serta dengan gembira tunjukkan labu yang dibawanya. karena takut bawang putih bisa menginginkan segi, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. tetapi nyatanya tidak cuma emas permata yang keluar dari labu tersebut, namun binatang-binatang berbisa layaknya ular, kalajengking, serta seterusnya. binatang-binatang itu segera menyerang bawang merah serta ibunya hingga tewas. tersebut balasan untuk orang yang serakah.

Sumber Berita : google.com

Demikian Artikel Tentang Cerita Rakyat Indonesia